Menjadi Sukses Dengan Filosofi Boneka Shaolin

Apakah Anda tahu boneka Shaolin atau biasa disebut boneka dummy? Yap, boneka ini digunakan sebagai alat untuk latihan kungfu. Kalau Anda suka menonton film silat, pasti pernah melihat boneka menyerupai itu.

Boneka ini diberi pemberat di episode terbawah, sehingga boneka ini akan tetap berdiri apa pun yang terjadi. Tidak peduli, dipukul sekuat apa pun, boneka ini pada hasilnya tetap akan berdiri menyerupai sediakala.

Prinsip inilah yang digunakan oleh orang untuk berlatih kungfu, baik pada ketika meninju maupun menendang. Tapi yang akan kita bahas kali ini ialah bonekanya.

Sukses itu kadang tidak mudah. Meski secara teori tidak terlalu sulit, tetapi pada kenyataannya, tidak semudah yang dibayangkan. Ada saja halangan dan tantangan yang tak terduga. Hal ini yang sering kali menjadikan kegagalan atau harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Gagal sekali dua kali mungkin masih mampu tahan. Kadang kita putus asa bila terus gagal berkali-kali meski sudah mencoba banyak sekali macam cara. Tidak sedikit yang hasilnya memilih untuk mengalah juga.

Berapa banyak orang yang berani bangun lagi setelah jatuh berkali-kali? Berapa banyak orang yang terus maju meskipun terus-menerus gagal? Berapa banyak orang yang terus berjuang meskipun sudah pernah kalah sebelumnya?

Tidak banyak orang yang menyerupai itu. Sangat banyak orang yang lebih memilih menyerah. Mereka tidak berpengaruh ketika menyadari diri mereka terjatuh dan kalah. Bahkan tidak sedikit pula yang sudah mengalah kalah sebelum gendang perang ditabuh.

Adakah sesuatu hal yang seharusnya Anda lakukan, tetapi Anda memutuskan untuk berhenti? Coba ingat-ingat kembali hal berharga yang mampu Anda raih bila saja Anda tidak pernah menyerah. Sayang, hal berharga tersebut harus hilang sebab Anda memutuskan untuk mengaku kalah. Hal yang mampu membuat Anda bahagia dan gembira bila tercapai ternyata harus terbang begitu saja. Apakah hal tersebut terlalu kecil sehingga Anda membuangnya dengan cara berhenti dan menyerah? Apakah Anda rela menukarkan cita-cita Anda yang begitu berharga dengan sebuah pengesahan bahwa Anda sudah menyerah?

Kalau sudah begitu, kita patut berguru dari filosofi boneka dummy ini. Ketika boneka ini ditendang, dipukul, dihantam atau dihajar, ia tetap berdiri pada akhirnya. Meski sempat jatuh dan terguling-guling, perlahan-lahan ia akan tetap berada pada posisi awalnya, yaitu berdiri.

Boneka ini tak kenal kata menyerah. Tidak ada yang namanya terjatuh terus tidak mau bangun lagi. Ia tidak peduli, berapa ribu kali ia terjatuh sebab terjangan orang, ia tetap berdiri tanpa menyerah.

Anda juga setidaknya memiliki mental berpengaruh menyerupai itu bila ingin sukses. Beranilah bermimpi dan beranilah gagal. Saat gagal beranilah bangun lagi. Seribu kali Anda jatuh, bangkitlah kembali untuk yang ke seribu satu kalinya.

Orang sukses itu bangun satu kali lebih banyak daripada jatuh. Orang gagal ialah sebaliknya, bangun satu kali lebih sedikit daripada jatuhnya.

Semoga filosofi ini mengingatkan Anda untuk tidak mudah mengalah dalam menggapai cita-cita dan biar Anda senantiasa memiliki mental pantang mengalah sebelum semuanya tercapai.

Semoga bermanfaat dan salam.
---------------------------------------------------------------------------